Pada tanggal 1 Februari 2025, masyarakat dihebohkan dengan nilai kurs dollar ke rupiah melemah hingga menyentuh angka 8.170. Yang mana hal ini terlihat oleh banyaknya cuitan masyarakat di aplikasi X. Masyarakat beramai-ramai memposting screenshot hasil pencarian Google untuk nilai tukar rupiah terhadap dollar. Oleh karenanya topik ini juga menjadi trending se-Indonesia.

Hebohnya berita ini langsung ditanggapi oleh Bank Indonesia. Ramdan Denny Prakoso selaku Kepala Departemen Komunikasi BI mengatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dollar menjadi 8.170 rupiah seperti yang tertera di Google bukanlah level yang seharusnya.
Ramdan juga menjelaskan bahwa pihak Bank Indonesia sedang berusaha untuk menghubungi pihak Google atas ketidaksesuaian tersebut. Nyatanya, nilai tukar 1 dollar terhadap rupiah pertanggal 31 Januari 2025 adalah 16.312 rupiah.
Masyarakat di aplikasi X juga membagikan postingan mengenai dampak perekonomian Indonesia jika benar kurs dollar mengalami penurunan. Ini dampaknya bila nilai tukar dollar terhadap rupiah melemah, simak penjelasannya!
Baca Juga: https://bantuin.co/2025/01/14/hpmv-merebak-akankah-mempengaruhi-pertumbuhan-ekonomi/
Pengertian Kurs Mata Uang dan Faktor yang Mempengaruhi
Kurs mata uang atau yang kita kenal dengan nilai tukar adalah nilai satuan mata uang asing terhadap kas publik yang digunakan sebagai alat tukar pembayaran. Nilai tukar mata uang menunjukkan tingkat kestabilan ekonomi suatu negara. Semakin tinggi nilai tukar mata uang maka semakin stabil perekonomian negara tersebut.
Lalu, apa yang mempengaruhi besar atau kecilnya pertumbuhan nilai tukar mata uang? Berdasarkan jurnal penelitian yang berjudul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Tukar Rupiah atas Dollar Amerika Serikat di Indonesia” oleh Universitas Udayana Bali menyatakan nilai tukar rupiah terhadap dollar bergantung berdasarkan mekanisme pasar.
Pertumbuhan ekonomi suatu negara sangat bergantung pada perdagangan internasional. Perdagangan internasional ini bisa terjadi berdasarkan faktor supply and demand pasar terhadap suatu barang. Oleh karenanya, pertumbuhan satu negara dengan negara lainnya saling berkaitan. Yang mana hal ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan politik masing-masing negara. Perubahan kebijakan negara penting dalam aktivitas ekonomi karena berdampak pada fluktuasi atau perubahan nilai mata uang.
Konsekuensi yang dikhawatirkan oleh para importir dan eksportir adalah kemungkinan terjadinya apresiasi (kenaikan nilai tukar) atau depresiasi (penurunan nilai tukar). Sistem perekonomian suatu negara tercermin dari nilai tukar mata uangnya, semakin tinggi maka semakin baik. Oleh karenanya berbagai cara dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga kestabilan nilai tukar mata uang.
Seperti yang diketahui nilai tukar rupiah terhadap dollar setiap tahunnya semakin melemah. Hal ini disebabkan karena turunnya aktivitas jual beli antar negara. Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat juga dipengaruhi oleh isu-isu ekonomi internasional yang menyebabkan nilai kurs dollar meningkat.
Seperti isu perseteruan Amerika dengan Cina. Yang mana Amerika berhasil membuat perjanjian supply barang dengan negara besar lain seperti Meksiko dan Kanada menyebabkan nilai mata uang dollar menguat.
Namun, berita tentang nilai dollar terhadap rupiah melemah yang menggemparkan aplikasi X belakangan ini membuat masyarakat seperti terkena angin segar. Pasalnya, banyak masyarakat yang membayangkan apabila hal tersebut sungguh terjadi.
Dampak terhadap Ekspor dan Impor
Ekspor dan impor merupakan bentuk aktivitas ekonomi yang dilakukan suatu negara untuk memperluas ekspansi pasar internasional. Menurut jurnal penelitian yang berjudul “Analisis Faktor yang Mempengaruhi NIlai Tukar” oleh Universitas Trisaksi pada April tahun 2024 ini menyatakan bahwa aktifitas ekspor impor sangat berpengaruh bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Ekspor adalah suatu aktifitas perdagangan yang mengola tenaga kerja ataupun produk lokal lalu diperjual belikan di luar negeri. Aktifitas ekspor ini akan menyebabkan peningkatan perolehan produk oleh negara-negara tempat produk tersebut dijual dan mengakibatkan banyaknya perolehan mata uang asing. Sehingga apabila Indonesia banyak melakukan ekspansi pasar untuk mengekspor produk lokal ke luar negeri maka akan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dollar.
Sebaliknya, impor merupakan suatu aktifitas perdagangan yang mengelola tenaga kerja atau produk luar lalu diperjual belikan di dalam negeri. Tingginya aktifitas impor ini tentu akan memperlemah nilai tukar rupiah dan memperkuat nilai tukar dari negara yang melakukan ekspansi ke Indonesia.
Oleh karenanya aktifitas ekspor dan impor ini sangat bergantung pada kebijakan pemerintah mengelola politik dan perjanjian dagang antar negara. Sayangnya, saat ini banyak sekali barang yang diperjual belikan di Indonesia bukan merupakan produk lokal, melainkan produk impor asal Cina yang banyak dijual dengan harga yang sangat murah.
Maka dapat disimpulkan bahwa untuk membantu pemerintah menjaga kestabilan pasar diIndonesia, gunakan dan belilah produk lokal.
Pengaruh terhadap Inflasi dan Harga Barang
Berdasarkan jurnal penelitian yang berjudul “Analisis Inflasi terhadap Nilai Tukar Rupiah di Indonesia” oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nias Selatan pada Juli tahun 2017 ini menjelaskan bahwa awal mula terjadinya inflasi dikarenakan tingginya permintaan atau minat suatu barang atau jasa oleh masyarakat sehingga mengakibatkan harga barang-barang menjadi meningkat.
Dengan meningkatnya harga barang maka prilaku konsumtif masyarakat juga akan sangat berdampak. Seperti tingkat daya beli yang menurun, buruknya distribusi pendapatan, dan turunnya stabilitas ekonomi yang sangat bergantung pada ekspansi pasar para pelaku bisnis.
Ekspansi pasar ini sangat berpengaruh bagi nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar. Yang mana jika kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi oleh produk dalam negeri maka akan menekan aktifitas impor produk dari negara lain. Hal ini membantu nilai tukar rupiah untuk tetap stabil.
Dampak rendahnya inflasi ini akan menyebabkan nilai tukar mata uang rupiah terhadap suatu barang akan menjadi lebih rendah dan mendapatkan barang lebih banyak dengan nilai tukar yang sedikit. Maka jika nilai rupiah menguat akan menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Baca Juga: https://bantuin.co/2025/01/05/yuk-intip-barang-apa-saja-yang-dikenakan-ppn-12-persen/
Efek terhadap Investasi Asing di Indonesia
Indonesia merupakan negara yang menganut sistem ekonomi terbuka. Yang mana dalam aktifitasnya akan saling terhubung dengan negara lain. Hal ini memiliki dampak positif bagi Indonesia yaitu datangnya investor asing.
Investasi asing secara langsung disebut Foreign Direct Invesment (FDI). Datangnya investor asing ini bagaikan simbiosis mutualisme bagi kedua belah pihak negara. Negara maju yang menjadi investor biasanya memilih negara berkembang seperti Indonesia untuk menginvestasikan dana mereka dalam bentuk aset-aset produktif dengan membangun kerja sama antar perusahaan, pabrik, lahan dan lain-lain.
Investor asing diuntungkan dengan upah tenaga kerja dan bahan baku yang relatif murah di negara berkembang sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan profitabilitas.
Sedangkan manfaat bagi negara yang menerima investasi adalah bertambahnya lapangan pekerjaan, meningkatnya pendapatan negara melalui pajak, transfer teknologi dari negara maju dan meningkatnya kualitas tenaga kerja.
Namun berdasarkan jurnal penelitian yang berjudul “Pengaruh Nilai Tukar, Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia” oleh Universitas Muhamadiyah Prof. DR. Hamka tahun 2021 menyatakan bahwa Investasi asing sangat dipengaruhi oleh kurs rupiah yang menunjukkan kestabilan ekonomi suatu negara.
Sehingga jika nilai rupiah menguat maka kesempatan untuk negara lain mau menginvestasikan dana mereka di Indonesia juga semakin tinggi.
Kesimpulan
Itu dia beberapa dampak perekonomian Indonesia apabila kurs dollar ke rupiah melemah. Kesimpulannya nilai mata uang suatu negara memang sangat dipengaruhi oleh kebijakan politik dan perjanjian dagang antar negara.
Namun sebagai warga negara yang baik, mulailah untuk menggunakan produk atau jasa dalam negeri sehingga kita turut andil dalam membantu pemerintah untuk menjaga kestabilan ekonomi Indonesia.