Perbedaan Website Vs Marketplace & Keuntungannya untuk Bisnis

Website vs Marketplace mana yang akan kamu pilih untuk mengembangkan bisnismu? Untuk mengetahui jawabannya, kamu harus menyimak terlebihdahulu overview mengenai apa perbedaan keduanya dan digunakan untuk bisnis yang seperti apa? Berdasarkan We Are Social yang menerbitkan Digital Global Overview Report pada 5 Februari 2025 menjelaskan adanya pergeseran terhadap perilaku konsumen saat berbelanja online. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh cara orang-orang dalam menggunakan internet mulai dari mencari berbagai informasi, mempelajari suatu hal hingga menemukan ide produk yang ingin mereka beli. Lalu, bagaimana dan dimana orang dapat menemukan produk atau jasa yang kita jual? Dapat dilihat dari data diatas menginformasikan bahwa 32,8% orang menemukan suatu brand melalui search engine atau yang kita kenal sebagai mesin pencari seperti Google, Chrome, Bing, Yahoo dan lain-lain. Diikuti oleh iklan di TV, words of mouth, iklan di media sosial, webiste brand itu sendiri dan seterusnya. Orang-orang diusia produktif bekerja atau yang memiliki daya beli yaitu 24-55 tahun cenderung melakukan research terlebihdahulu jika ingin membeli suatu produk. Oleh karenanya pembuatan content marketing dalam channel-channel tersebut merupakan peluang besar untuk memudahkan orang menemukan suatu brand. Terutama penggunaan website dan marketplace. Sebesar 55,8% orang di dunia terhitung melakukan pembelian secara online baik untuk suatu produk ataupun jasa setiap minggunya. Yang lebih memukaunya Indonesia sendiri memiliki tingkat aktifitas berbelanja online diatas rata-rata dunia yaitu 58%. Tandanya ada setengah dari total populasi orang di Indonesia pasti melakukan pemesanan produk atau jasa secara online setiap minggunya. Cara orang berbelanja online tentunya berbeda-beda. Sebagian orang cenderung lebih menyukai berbelanja melalui marketplace untuk menemukan produk-produk tertentu, kemudian melihat-lihat review atas produk tersebut atau melalui website resmi brand itu sendiri. Terutama untuk produk-produk jasa ataupun brand yang lebih ekslusif. Seperti produk-produk elektronik seperti smartphone. Oleh karena itu penting untuk kita mengetahui channel mana yang lebih tepat untuk mengembangkan bisnis kamu? Mari, simak penjelasan berikut. Baca Juga: Tren Digital 2025: Insight dan Prediksi Pemasaran Masa Depan! Pengertian Website dan Marketplace Website merupakan suatu halaman yang memuat beberapa informasi yang dapat diakses menggunakan internet dan bisa dinikmati oleh orang diseluruh dunia. Website sendiri tergabung dari domain ataupun subdomain dalam lingkup WWW (World Wide Web). Didalam website ini berisikan kumpulan halaman web yang sering kita sebut dengan homepage berada di bagian atas, kemudian dibagian bawah homepage biasanya ada childpage yang tertaut menuju halaman lain dari web tersebut. Kini banyak brand yang memiliki website resmi yang menyediakan beberapa informasi produk ataupun jasa yang mereka tawarkan. Yang mana orang juga dapat langsung membeli atau menyewa melalui website. Website tersebut sering kita dengar dengan sebutan e-commerse. Salahsatu contoh e-commerse adalah website resmi suatu brand misalnya New Balance. Website tersebut hanya akan menjual produk-produk New Balance saja. Adapun marketplace adalah suatu metode pembelanjaan online yang bertindak sebagai perantara antar penjual dan pembeli. Dimana di dalamnya terdiri dari banyak brand. Contohnya Shopee, Lazada, Tokopedia dan lain-lain. Perbedaan Website & Marketplace Walaupun website dan marketplace memiliki perbedaan yang signifikan namun tujuan dari keduanya adalah sama yaitu meningkatkan brand awareness hingga berujung keterciptanya penjualan. Berikut perbedaan keduanya: Website Marketplace Tingkat persaingan relatif lebih rendah. Apalagi jika kita mampu membuat website kita berada dalam halaman pertama pencarian. Tingkat persaingan tinggi. Karena dalam satu marketplace terdapat banyak produk yang sama dengan harga yang lebih kompetitif. Pengelolaan lapak lebih mudah. Website memiliki akses pengelolaan lapak yang lebih baik. Apalagi saat ini ada Content Management System seperti WordPress yang memberikan kebebas akses dekorasi website sehingga akan lebih mudah untuk menciptkakan keunikan tersendiri. Pengelolaan lapak lebih sulit. Saat ini belum ada fitur dimarketplace yang dapat memberikan akses untuk mendekorasi lapak berjualan agar terlihat lebih unik. Menyediakan lebih banyak cara untuk berinteraksi dengan konsumen. Ketika kita membuka suatu laman web terdapat beberapa fitur untuk interaksi mulai dari live chat, email, hingga yang mengarahkan keakun media sosial. Berinteraksi dengan konsumen hanya dapat dilakukan melalui fitur Direct Message yang terdapat di aplikasi atau web marketplace tersebut. Rata-rata marketplace melarang pengguna untuk melakukan komunikasi diluar aplikasi. Fleksibel mengatur ongkos kirim. Tergantung kesepakatan dengan konsumen. Tidak bisa mengatur ongkos kirim. Ongkos kirim dimarketplace sudah tersistem. Keuntungan penjualan bisa didapatkan 100%. Sistem berjualan menggunakan website tidak menggunakan sistem bagi hasil. Terdapat sistem bagi hasil. Rata-rata marketplace mengambil komisi 5-25% per transaksi. Kini kamu sudah mengetahui perbedaan keduanya. Sudahkah kamu menemukan mana yang lebih tepat untuk mengembangkan bisnismu? Jika belum mari simak kembali keuntungan dan kekurangan penggunaan keduanya. Keuntungan-Kekurangan Website & Marketplace Keuntungan Kekurangan Bisnis yang memiliki website akan menambah kredibilitas konsumen. Pembuatan website membutuhkan biaya untuk membeli atau menyewa hosting dan domain. Memuat banyak informasi mengenai jasa atau produk yang ditawarkan. Tidak semua orang tau bagaimana cara pembuatan website. Dapat menciptakan dekorasi yang unik untuk website sebagai lapak berjualan. Perlu adanya maintainance konten dan keamanan website. Tidak ada biaya tambahan atas setiap transaksi penjualan. Dibutuhkan strategi untuk mendapatkan traffic & menciptakan penjualan. Dapat dengan mudah mengumpulkan data calon konsumen yang sudah engage. Pembuatan website adalah investasi jangka panjang sehingga membutuhkan pemeliharaan berkelanjutan. Keuntungan Kekurangan Lebih mudah meningkatkan brand awareness karena memiliki basis user yang lebih luas. Terdapat biaya admin untuk setiap transaksi. Bisa langsung berjualan tanpa perlu memikirkan dekorasi website atau lapak jualan. Lebih kompetitif, karena lebih banyak toko yang menjual produk serupa. Tidak perlu melakukan pemeliharaan sistem karena hal ini sudah otomatis dilakukan oleh pihak marketplace. Konsumen berbelanja tidak memperdulikan nama toko. Yang terpenting adalah review konsumen dan rating serta memiliki harga yang lebih terjangkau. Banyak fitur yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan seperti live, diskon tanggal kembar dan season tertentu. Untuk toko yang baru sulit untuk menciptkan penjualan secara organik karena konsumen cenderung melihat berapa produk yang sudah terjual dari toko tersebut. Terdapat fitur iklan yang berkolaborasi dengan media sosial sehingga lebih memudahkan untuk menjangkau audience yang lebih luas. Tidak bisa digunakan untuk berjualan produk dalam bentuk service atau jasa. Baca juga: Staff Website Online Biaya Pembuatan Website Untuk Bisnis Adapun untuk membuat suatu website yang harus dimiliki adalah domain dan hosting. Yang mana 2 hal tersebut tidaklah gratis untuk didapatkan. Domain adalah alamat unik khusus web sedangkan hosting adalah tempat penyimpanan data dari web. Yang mana semakin banyak data yang dimuat suatu web