Coretax atau Sistem Informasi Aplikasi Perpajakan (SIAP) adalah sistem perpajakan digital terbaru yang berbentuk aplikasi dan mulai digunakan pada tanggal 1 Januari 2025. Aplikasi ini sebenarnya merupakan solusi dari permasalahan sistem penerimaan pajak Indonesia yang buruk. Oleh karena itu Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengadakan aplikasi ini sebagai bentuk tindak lanjut.
Sayangnya semenjak Go Live banyak sekali masalah yang terjadi pada sistem dan dikeluhkan oleh masyarakat yang Wajib Pajak. Hal tersebut tak ayal membuat masyarakat kesal, mengetahui biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan aplikasi ini cukup besar mencapai 1,3 Triliun Rupiah.
Masyarakat menanggapi hal tersebut dengan dana sebesar itu seharusnya dapat menciptakan sistem aplikasi yang lebih memadai. Mengingat aplikasi tersebut sudah digarap selama kurang lebih 7 tahun. Tepatnya mulai dari tahun 2018. Aplikasi tersebut juga rencananya mulai diimplementasikan sejak Juni 2024. Namun diundur hingga Januari 2025.
Oleh karena banyaknya keluhan masyarakat, membuat Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendatangi kantor command center Coretax secara langsung untuk mengetahui kendala apa yang sebenarnya terjadi.
Dikutip dari Instagramnya Luhut mengatakan bahwa Ia sudah mendengar langsung tantangan apa yang dihadapi dan peralihan sistem memang bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilalui.
Berdasarkan redaksi CNBC Indonesia dalam diskusinya dengan Managing Editor CNBC Maikel Jefriando yang mengatakan bahwa Sistem Aplikasi Pajak Coretax banyak diprotes oleh para pengusaha. Hal tersebut dikarenakan adanya peralihan sistem pajak mulai dari kebijakan PPN terbaru hingga digitalisasi yang dilakukan secara bersamaan dan kurangnya pengetahuan publik tentang pajak.
Ditambah lagi saat peralihan ternyata sistem yang dimiliki belum sempurna dan berujung merugikan para pengusaha yang kesulitan menerbitkan faktur pajak hingga berimbas pada keterlambatan pembayaran.
Baca Juga: https://bantuin.co/2025/01/05/yuk-intip-barang-apa-saja-yang-dikenakan-ppn-12-persen/
“sebenarnya dari pihak DJP sendiri sudah sering melakukan stimulasi untuk sistem ini sebelumnya, pemahamannya barangkali sudah mendekati namun memang sistemnya yang ternyata belum siap” kata Meikel.
Kendala-kendala Sistem Coretax
Menyimak dari Redaksi CNBC yang berdiskusi mengenai kendala-kendala apa yang dialami wajib pajak saat menggunakan Coretax diantaranya adalah:
- User mengalami kesulitan login.
- Tampilan UI/UX yang tidak user friendly.
- Bandwidth yang kecil.
Mengutip dari komentar-komentar wajib pajak di sosial media atas keluahan sistem sebagai berikut:
“Anggaran untuk pembuatan coretax ini sangat fantastis 1,3 T dan mulai di garap 2018. Tapi hasilnya zonk, pihak pengusaha yang rugi karena tidak bisa menerbitkan faktur pajak yang berefek keterlambatan pembayaran invoice” ucap user dengan nama akun @Apa-Aja-jos
“Mau approve aja susah banget, SIGNING IN PROGRESS……. Gila…. Kacau sekaleeee” kata user dengan nama akun @saelim5721
“Kita mau bayar pajak dibikin ribet dg administrasi, verifikasi PIC aja butuh 15 hri, tanya ke KP pun g ada solusi. DPP harus dihitung manual, g ada menu draft tiba” sistem error dan pekerjaan tdk tersave, kategori barang harus dipilih 1 per 1 betapa ribetnya kalau itemnya ada 70. Loadingnya minta ampun..KACAUUU” terang user dengan nama akun @ceceprustan8326
Disebabkan banyaknya keluhan publik mengenai sistem yang masih eror. Menyebabkan KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi siap untuk mengusut dugaan korupsi terhadap dana yang digunakan untuk pengembangan aplikasi ini.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK yaitu Tessa Mahardhika Sugiarto pada 16 Januari 2025 di Gedung Putih. Tessa mengatakan bahwa KPK menghimbau kepada semua pihak yang mengetahui untuk segera melapor.
Layanan Perpajakan

Baca Juga: https://bantuin.co/2024/12/17/panduan-lengkap-pelaporan-spt-online-untuk-bisnis-2025/
Karena banyaknya yang mengakses aplikasi ini, namun dari sistemnya sendiri belum sempurna untuk digunakan. Berikut fitur-fitur utama perpajakan yang ada di aplikasi coretax:
- Pembuatan Faktur Pajak
- e-Bupot
- Pengelolaan Pelaporan SPT
- Pembayaran Pajak
- Pembukuan Laporan Keuangan
- Taxpayer Account Management
Terkendalanya pengetahuan dasar tentang pajak dan peralihan sistem digitalisasi yang belum rumpung membuat publik kebingungan. Oleh karenanya disarankan untuk Wajib Pajak baik perorangan atau badan menggunakan jasa konsultan pajak agar pelaporan pajak bisa cepat dan tepat.

Salahsatunya adalah bantuin, jasa konsultan yang bergerak dibidang pelaporan pajak, pembuatan laporan keuangan dan pembuatan website terpercaya. Segera konsultasikan pajak bisnis kamu sekarang juga!